Alamat

Office : Jl Susukan Raya No. 15A Desa Susukan Bojonggede - Bogor Tlp : 021 87982805 BBM : 552C988E Contact Person Bayu Syahrezza : +628991551947

Rabu, 20 Januari 2016

Kenali 5 Jenis Sakit Kepala

KOMPAS.com - Sakit kepala bisa menyerang siapa saja dan datang kapan pun. Namun, sakit kepala seperti apa yang sering dialami? Kenali jenis sakit kepala yang sering menyerang Anda. Hal ini akan membantu dokter memilihkan jenis terapi yang tepat untuk Anda.



1. Sakit kepala karena tegang

Ini adalah jenis sakit kepala yang paling umum. Rasa sakit, yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu, sering digambarkan seperti kepala sedang ditimpa benda berat dan  cenderung terjadi secara  konstan. Sakit kepala ini tidak disertai muntah atau  keengganan untuk melihat cahaya terang.

Sakit kepala karena tegang  dapat disebabkan oleh stres, kebisingan, asap, dehidrasi dan terlalu lama melihat layar TV atau komputer. Sakit kepala jenis ini tidak berbahaya.

Dalam banyak kasus, obat-obatan yang tersedia di apotek dan istirahat akan membantu Anda mengelola rasa sakit.



2. Migrain

Ditandai dengan nyeri berdenyut pada satu sisi kepala Anda, sering disertai dengan muntah, kilatan cahaya dan mati rasa. Gejala dapat bertahan hingga 72 jam.

Stres, hormon dan beberapa makanan dapat memicu serangan, sehingga membuat jurnal untuk mengetahui pola serangan menjadi sangat penting.

Untuk menghilangkan rasa sakit, sering digunakan obat parasetamol. Ada juga obat anti-migrain tertentu untuk mencegah atau meminimalkan serangan. Kebanyakan penderita dapat meredakan sakit kepalanya dengan tidur di ruangan yang tenang dan gelap.



3. Sakit kepala sinusitis

Mudah didiagnosis, karena sakit kepala ini  berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan bagian atas atau flu yang disertai dengan demam, hidung tersumbat di sekitar sinus, di bagian atas hidung dan sekitar mata.

Inhalasi uap panas atau dekongestan dapat membantu meredakan gejalanya, tapi kadang-kadang antibiotik diperlukan untuk mengatasi infeksi. Jika sakit kepala Anda berlangsung selama lebih dari beberapa hari, segera periksakan diri ke  dokter Anda.



4. Sakit kepala sebelah

Namun bukan migrain. Cenderung dialami pria, biasanya dimulai pada awal 30-an dan menghilang setelah usia 35, dan lebih sering terjadi pada perokok berat.

Gejala biasanya berlangsung antara 30 dan 90 menit ditandai dengan  rasa sakit yang hebat di sekitar satu sisi mata. Gejala lain adalah  kelebihan produksi air mata dan hidung tersumbat di sisi kepala yang sakit, atau kadang disertai  muntah.

Obat penghilang rasa sakit  untuk migrain cenderung dapat membantu walau hanya sedikit. Lithium karbonat dapat digunakan  dalam kasus yang parah, tetapi memiliki efek samping yang merugikan, sehingga penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter.



5. Trigeminal neuralgia

Diduga disebabkan oleh kerusakan saraf trigeminal, saraf sensorik utama pada wajah. Penyebabnya antara lain adalah infeksi seperti herpes zoster dan  multiple sclerosis. Rasa sakit sering datang tiba-tiba dan parah.

Serangan bisa berlangsung hanya beberapa detik, namun dapat terjadi beberapa kali sehari. Terapi yang biasanya dilakukan oleh dokter termasuk antidepresan trisiklik, anti-convulsants atau operasi.



Mendapatkan Terapi yang Tepat

Untuk membantu dokter memberikan diagnosa yang akurat, buatlah catatan mengenai frekuensi dan gejala sakit kepala Anda:

Kapan sakit kepala dimulai?

Apakah terjadi tiba-tiba?

Apakah rasa sakit hadir sepanjang waktu atau hanya sebentar-sebentar? Rata-rata berapa lama?

Kapan terjadi dan seberapa sering?

Apakah semakin parah?

Apakah rasanya seperti kepala ditusuk-tusuk?

Di mana itu terjadi: di satu tempat tertentu atau hampir di semua tempat?

Apakah ada suatu pemicu yang tampaknya menimbulkan sakit kepala atau memperburuk rasa sakit, seperti makanan tertentu atau saat Anda batuk mungkin?

Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber : Reader's Digest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar