Alamat

Office : Jl Susukan Raya No. 15A Desa Susukan Bojonggede - Bogor Tlp : 021 87982805 BBM : 552C988E Contact Person Bayu Syahrezza : +628991551947

Kamis, 28 Januari 2016

Lirik lagu : Aku Lelakimu - Anang Hermansyah

Nama asli : Anang Hermansyah
Tanggal lahir : 18 Maret 1969
Lahir di : Jember, Jawa Timur, Indonesia
Zodiac : Pisces
Terkenal sejak merilis album "Katrina" (1993)

Lirik lagu: Aku Lelakimu

Datanglah bila engkau menangis
Ceritakan semua yang engkau mau
Percaya padaku aku lelakimu

Mungkin pelukku tak sehangat senja
Ucapku tak menghapus air mata
Tapi ku di sini sebagai lelakimu

Reff:
Aku lah yang pernah memelukmu erat
Saat kau berpikir mungkinkah berpaling
Aku lah yang nanti menenangkan badai
Agar tetap tegar kau berjalan nanti

Sudah benarkah yang engkau putuskan
Garis hidup sudah engkau temukan
Engkau memilihku sebagai lelakimu

Aku lah yang pernah memelukmu erat
Saat kau berpikir mungkinkah berpaling
Aku lah yang nanti menenangkan badai
Agar tetap tegar kau berjalan nanti.

Lirik lagu: Jodoh Pasti Bertemu - Afgan Syah Reza


Afgan Syah Reza
Tanggal lahir : 27 Mei 1989
Lahir di : Jakarta, Indonesia
Zodiac : Gemini
Terkenal sejak merilis single "Terima Kasih Cinta" (2008)

Lirik lagu: Jodoh Pasti Bertemu
Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya

Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu

Andai engkau tahu betapa ku mencinta
Selalu menjadikanmu isi dalam doaku
Ku tahu tak mudah menjadi yang kau pinta
Ku pasrahkan hatiku, takdir kan menjawabnya

Jika aku bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu

Jika aku (jika aku) bukan jalanmu
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu

(jika aku bukan jalanmu)
Ku berhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu
Ku kan memilikimu, jodoh pasti bertemu

Jalan Rusak di Bojonggede Tunggu Korban Berjatuhan

POJOKJABAR.com, BOGOR – Pengemudi kendaraan bermotor harus lebih hati-hati saat melewati Jalan raya Lio, Desa Kedungwaringin, Kecamatan Bojonggede.

Hingga Senin (04/01/2016), kondisi jalan tembus ke Kecamatan Parung itu masih berlubang. Bahkan, saat musim hujan air akan menggenang sehingga membahayakan pengguna jalan terutama sepeda motor.

“Sudah banyak yang terjatuh, karena terperosok lubang yang cukup dalam,” keluh Asep (38) warga RT01/02, Desa Kedungwaringin.

Ia berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan. “Jangan menunggu korban berjatuhan dulu, baru tambal,” ungkapnya kepada Radar Bogor.

Sebelumnya, Bupati Bogor, Nurhayanti mengatakan, pembangunan akan terus dimaksimalkan. Tak hanya itu, dibutuhkan dukungan semua pihak agar semua program bisa berjalan maksimal.

(luc/radarbogor)

Kemenpora dan Beban-Beban yang (Ingin) Dipikulnya Sekaligus

Pernyataan Kemenpora bahwa Sentul tak jadi dipilih sebagai venue untuk MotoGP 2017, dan dengan pede-nya ingin membuat sirkuit baru, terdengar seperti orang yang "bernafsu besar tenaga kurang."

Dari awal semestinya kita tahu, untuk menghajat event sekelas MotoGP, butuh dana yang sangat besar terutama untuk membenahi satu-satunya sirkuit internasional yang dimiliki Indonesia, tapi sialnya sudah sangat lawas. Sentul mirip dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno: tua tapi masih "dibangga-banggakan" -- karena barangkali memang tak ada pilihan lain (?). Sejarah ingin terus dipelihara, tapi merawat fisiknya saja tak mau. Sentul dan GBK bukanlah benteng Belanda di Kepulauan Seribu atau Candi Borobudur, yang orisinalitasnya memang harus dipertahankan sebagai sebuah nilai luhur sejarah.

Sadarkah kita, waktu singgah ke Bali baru-baru ini, Valentino Rossi bilang: "Bagus sekali kalau MotoGP mau diadakan lagi di sini. Tapi perbaikilah dulu sirkuitnya." Kita bahkan patut bersyukur bahwa Rossi masih mengingat sirkuit ini walaupun terakhir kali dia memakainya 20 tahun yang lalu!

Maka ketika Gatot S. Dewa Broto, juru bicara Kemenpora, kemarin mengatakan pihaknya akan mencari tempat baru untuk membangun sirkuit baru, supaya kesempatan menggelar MotoGP 2017 tidak lepas, tidakkah itu terdengar --seperti istilah anak-anak sekarang-- PHP (pemberi harapan palsu)? Satu tahun untuk membangun sirkuit baru? Mohon maaf kalau penulis merasa pesimistis. Lha wong urusan wisma atlet saja ruwetnya minta ampun.

Okelah, tidak ada yang tidak mungkin. Iya, itu kalau tanahnya sudah ada, kalau besok rancangan sirkuitnya sudah jadi, dan lusa sudah bisa langsung peletakan batu pertama. Sejujurnya, menurut hemat penulis, banyak "keajaiban" dari keyakinan pemerintah bahwa sirkuit itu bisa cepat dibuat, entah di Jawa Barat, Jakarta, ataupun Sumatera Selatan. Bukankah Jabar sedang sibuk menyiapkan PON XIX, DKI dan Sumsel malahan sedang dikejar-tayang untuk Asian Games 2018?

Harus berapa ratus miliar lagi yang harus mereka cari untuk membangun proyek raksasa itu? Gandeng swasta! Lha kalau memang mudah mendatangkan mereka, lantas kenapa hingga kini tak terdengar ada pihak swasta yang ingin gotong royong merenovasi Sentul? Kalau memang gampang, kenapa sampai kemarin Rio Haryanto tak kunjung mendapatkan tambahan sponsor untuk mewujudkan mimpinya tampil di Formula 1, yang secara nominal jumlahnya tidaklah sebesar membangun sirkuit baru – hanya "sekitar" Rp 200-an miliar (untuk satu tahun).

Persoalan Rio juga mengesankan pemerintah (Kemenpora) merasa siap memikul banyak beban sekaligus. Memberikan surat jaminan kepada calon tim Rio adalah sebuah usaha yang sangat baik, karena pemerintah wajib memberi dukungan terbaik kepada anak bangsa yang juga akan membawa nama negara ke kancah internasional. Tapi, apakah mengeluarkan uang Rp 100 miliar, juga merupakan langkah yang tepat, jika mengingat anggaran Kemenpora untuk tahun 2016 "hanya" Rp 3,3 triliun untuk SEMUA cabang olahraga, atau tetap di bawah 1% dari APBN -- dan saking kecilnya selalu saja dikeluhkan. Belum lagi anggaran untuk pos lain termasuk Rp 600-an miliar untuk merenovasi GBK saja.



Harap digarisbawahi, penulis tidak bermaksud menyurutkan tekad Rio untuk bisa segera menembus F1. Ayolah, siapa yang tidak bangga jika ada pebalap Indonesia tampil di ajang sekelas F1? Ketika Manor menawarinya saja, penulis yakin semua orang Indonesia ikut merasa senang dan bangga. Karena itu berarti Rio memang punya kemampuan dan potensi besar untuk bisa sampai ke sana.

Dalam kasus Rio, menurut hemat penulis, pemerintah seharusnya bisa lebih strategis dalam merayu—kalau perlu memaksa—banyak perusahaan, BUMN apalagi swasta, untuk urunan membantu Rio. Merogoh sendiri kocek negara untuk membantu anak sendiri, kalau memang ada, ya tidak apa-apa juga sih. Tapi, bukankah pemerintah selalu berkehendak mengindustrikan olahraga, yang secara simpel bisa diartikan sebagai upaya mendorong swasta agar lebih berkontribusi untuk berinvestasi di dunia olahraga? Kalau semua harus ditanggung negara, banyak sekali beban yang harus dipikul. Poin lebih penting lagi adalah, kapan industrialisasi olahraga itu bisa berjalan dengan lebih baik?

Satu-satunya pebalap Asia Tenggara yang pernah mencicipi Formula 1, Alex Yoong, ketika masuk ke ajang tersebut disponsori perusahaan swasta bernama Magnum Corporation, yang mengelola bisnis lotere yang memang dilegalkan oleh pemerintah Malaysia. "Cuma" 5-6 juta dolar sih, tapi itu terjadi 15 tahun yang lalu.

Kembali ke Sentul, penulis tidak tahu apakah sempat ada upaya pemerintah membeli saham Sentul, sehingga sirkuit ini juga menjadi properti atau inventaris negara. Ada win-win solution. Apakah cara itu sudah diupayakan namun tidak deal, Gatot tidak menyampaikannya. Komunikasi yang dilakukannya tidak seperti Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang bersikeras hanya akan membantu keuangan Persija Jakarta kalau pemerintah provinsi diberi pula sahamnya. Dan ketika tidak dikasih, Ahok dengan enteng berkata, "Kalau tidak mau (dibantu), ya sudah.'



Menyiapkan Prioritas Legacy yang Lebih Realistis

Perlu sekali lagi ditegaskan, hal-hal di atas sama sekali bukan berarti penulis tidak mendukung rencana MotoGP 2017 diadakan di Indonesia, atau Rio yang tinggal sejengkal lagi masuk F1. Justru sebaliknya, percayalah, semua insan olahraga mengidam-idamkan hal itu, sebagai bukti bahwa masih banyak yang bisa dibanggakan Indonesia lewat jalur olahraga.

Hanya saja, alangkah baiknya jika setiap niat baik juga diimbangi dengan realitas dan kemampuan yang ada. Sehingga, jangan sampai kita terburu-buru mengejar hal-hal elok di permukaan kulit, tapi acapkali mengabaikan proses yang lebih fundamental di dalamnya. Penulis jadi teringat betapa pede-nya PSSI di awal tahun 2009 mencanangkan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Pastilah ada bedanya antara optimistis dengan tidak realistis.

Ketika di bulan September 2015 mulai mendengungkan akan membawa MotoGP ke Indonesia, tapi empat bulan kemudian mengumumkan tidak jadi di Sentul, jangan-jangan pemerintah belum terlalu siap membuat semua perhitungan. Ketika kemudian merasa yakin bisa membangun sirkuit baru dalam waktu satu tahun, semoga itu bukan sirkuit asal jadi demi misi "kejar tayang", atau karena sudah terlanjur menjanjikan event itu kepada masyarakat. Ketika Menpora memberi surat jaminan akan membantu mendanai Rio Haryanto, tapi jadwal pencairannya saja tak pasti, jangan sampai masyarakat menganggap pemerintah terkesan "PHP" kepada Rio.

Memiliki sirkuit standar internasional yang bagus, menghadirkan kembali MotoGP ke Indonesia, melahirkan pebalap F1, tentu saja akan menjadi warisan (legacy) yang mentereng untuk sebuah rezim pemerintahan. Jika bisa mewujudkan semua keinginan, tentu sebuah pencapaian yang luar biasa. Tapi, jika tidak semua keinginan bisa terwujud dalam waktu bersamaan, berarti harus ada skala prioritas, agar semua rencana tidak malah menjadi beban "pokoknya harus jadi", sementara kemampuan pun mesti ikut dipertimbangkan. Yang belum bisa dilakukan hari ini, masih bisa diupayakan lebih baik di esok hari.

Sudah barang tentu masih sangat banyak pekerjaan rumah dari Kemenpora. Menurut penulis, yang terdekat Kemenpora fokus dulu pada empat agenda prioritas.

Pertama, melanjutkan misi tata kelola sepakbola, karena sudah hampir satu tahun sepakbola kita masih "beku" tanpa kepastian perubahan yang lebih nyata, setelah Tim Transisi masih saja terlihat tak bergigi. Kedua, bagaimana pada pertengahan tahun ini Indonesia bisa mengembalikan tradisi meraih medali emas di Olimpiade. Ketiga, bagaimana supaya tahun depan Indonesia kembali berjaya di pentas SEA Games. Dan keempat, dan yang paling penting, mempersiapkan lebih baik lagi penyelenggaraan Asian Games, agar tidak malu-maluin.

Jika meninggalkan legacy adalah sebuah keharusan, barangkali keempat misi itu jauh lebih realistis untuk segera diupayakan.

6 Jenis Teh Populer Ini Bisa Hangatkan Tubuh

Teh hangat dengan aroma semerbak harum bisa Anda buat di rumah. Teh juga disebut-sebut sebagai minuman terbaik untuk bersantai di hari libur.

Kandungan antioksidan dalam teh bisa membuat pikiran lebih tenang dan sehatkan tubuh. Teh merupakan minuman kedua yang paling populer di dunia. Teh berasal dari spesies tanaman camellia sinensis. Enam jenis teh ini paling banyak digemari orang.

1. Teh Oolong

Proses fermentasi teh oolong sama dengan teh hitam, hanya saja waktunya lebih singkat. Teh ini memerlukan banyak tahap untuk pembutannya dan biasanya daun tehnya digulung. Teh oolong dengan kualitas baik dapat diseduh lebih dari delapan kali, tiap seduhan biasanya mengeluarkan dimensi rasa baru. Rasa dari tiap oolong sangat berbeda satu dengan lainnya, tapi umumnya terjejak rasa manis seperti madu hingga susu dan rasa panggangan yang cukup pekat.

2. Teh Hitam

Teh hitam menjadi salah satu teh paling populer yang banyak di jual. Darjeeling, Assam, Ceylon dan Keemun menjadi salah satu teh paling populer dari jenis teh hitam. Tidak seperti teh hijau, putih atau oolong, teh hitam diproses dan dipisahkan dalam sistem grade. Semakin hancur daun tehnya, maka akan semakin pekat airnya. Teh hitam menjadi dasar dari aroma teh seperti Earl Grey.

3. Teh Hijau

Teh yang populer ini berasal dari Jepang. Teh hijau rasanya lebih segar dan menghasilkan aroma daun-daunan. Teh hijau yang kaya akan antioksidan juga sangat baik untuk membantu penurunan berat badan dan tingkatkan kesehatan kulit.

4. Teh Putih

Teh putih ini dibuat dari daun Bai Hao Yinzhen yang memiliki rasa lembut, ringan dan beraroma harum. Teh putih biasanya juga ditaburi dengan bunga kering dan enak dipadukan dengan cake atau jajanan pasar untuk bersantai di pagi atau sore hari.

5. Teh Chamomile

Punya julukan 'sleepytime tea', teh chamomile ini sangat cocok diminum sebelum tidur. Untuk menambah rasanya, teh bisa ditambahkan dengan serai, lemon dan juga jahe. Teh ini berupa bunga camomile dan bukan dari camelia sinensis.

Studi dari University of Texas, menyebutkan bahwa konsumsi teh camomile dapat menurunkan risiko kematian dini lebih kecil pada wanita.

6. Teh phu er

Teh phu er merupakan teh fermentasi dari provinsi Yunna di Tiongkok. Ada dua jenis teh phu er yaitu sheng (mentah) dan shou (matang). Daun yang sudah teroksidasi kemudian daun didiamkan selama berbulan-bulan hingga tahunan. Teh phu er berusia sangat tua dan berkualitas baik dan berharga sangat mahal saat dilelang.

(odi/msa)

Ikuti Langkah Ini untuk Racik Teh Tubruk yang Enak

Teh tubruk dipilih karena menghasilkan aroma dan rasa teh yang lebih enak. Untuk membuatnya diperlukan langkah dan teknik perebusan yang tepat.

Teh tubruk atau teh daun yang diseduh langsung dengan air panas terdiri dari banyak jenis. Ada teh putih atau hijau, teh oolong, teh hitam, dan pu-erh. Seperti dilansir dari Wiki How (23/01)​ dan beberapa sumber​, inilah teknik menyeduh teh tubruk yang enak.

1. Rebus air

Jenis air berperan penting dalam penyeduhan teh. Sebaiknya pilih air dalam kemasan atau yang sudah disterilkan. Penggunaan air keran berpotensi membuat baunya lengket ​di teh. Jikapun menggunakan air keran, dinginkan rebusan air selama 10 detik sebelum digunakan untuk minum teh. Pastikan pula hanya merebus air satu kali. Jika merebus air lebih dari sekali, kadar oksigen dalam air akan berkurang dan membuat rasa teh hambar.

2. Bilas teko

Sebelum menyeduh teh, bilas teko dengan air panas. Cara ini berguna untuk menjaga kestabilan suhu air sebelum dan saat diseduh​. S​ekaligus membersihkan bau atau kotoran yang menempel pada teko. Sebaiknya pilih teko berbahan keramik agar mempertahankan suhu panas lebih baik.

3. Masukkan teh

Daun t​eh bisa dimasukkan langsung ke dasar teko atau menggunakan infuser/saringan. Menyeduh daun teh langsung alias tanpa alat memungkinkan teh mengeluarkan rasa tambahan sehingga lebih enak. Jumlah teh yang dimasukkan sekitar 3 sendok kecil, kecuali ada instruksi yang menyebutkan jumlah teh secara khusus. Jumlah ini sebenarnya begantung pada jenis, ‘kekuatan’ teh, serta selera pribadi. Karenanya dibutuhkan beberapa kali eksperimen untuk mengetahui jumlah teh yang memenuhi selera Anda.

4. Tuangkan air panas

Tuangkan air dengan gerakan memutar agar penyeduhannya merata. Menuangkan air ke satu sisi berpotensi merusak kualitas teh yang berada pada sisi tersebut. Jumlah air yang dituangkan sebaiknya sebanding dengan jumlah teh yang dimasukkan. Sebagai contoh 5 cangkir air untuk 5 sendok teh yang dimasukkan. Sementara untuk suhu air bervariasi antar jenis teh.
- Teh putih atau hijau: panaskan air hingga suhu 76-85C. Setelah itu, matikan api dan dinginkan air selama 30 detik sebelum dituang (untuk teh putih) dan 60 detik untuk teh hijau.
- Teh oolong: panaskan air hingga suhu 85-98C lalu tuang.
- Teh hitam: panaskan air hingga mendidih atau suhu 100C lalu tuang. Penting untuk memastikan air mendidih agar senyawa dalam teh hitam dapat keluar.
- Teh pu-erh: panaskan air hingga mendidih atau suhu 100C lalu tuang.

5. Diamkan beberapa saat

Setelah air dituang, rendam daun teh hingga waktu tertentu. Untuk teh oolong biasanya berkisar antara 4-7 menit, eh pu-erh 2-5 menit, teh hitam 3-5 menit, dan teh hijau 2-3 menit.

6. Keluarkan daun teh

Singkirkan dauh teh dengan mengeluarkan infuser/saringan jika digunakan. Jika tidak menggunakan alat, saring secara manual dengan memindahkan air teh ke teko lain.

7. Sajikan

Teh disajikan sesuai selera. Beberapa orang suka menambahkan susu, gula, lemon, atau madu untuk menambah cita rasa. Hindari menambahkan lemon dan susu bersamaan dalam teh karena susu akan meng​gumpal​. Jika menggunakan susu, tuang dulu susu ke dalam cangkir baru ditambahkan teh.

(odi/msa)

Musisi Ini Bisa Kembali Main Gitar Setelah Otaknya Dibedah

Shenzhen, Di usia 34 tahun, seorang pria yang hanya diketahui bernama Li ini terpaksa menyudahi karirnya sebagai gitaris profesional dan mencari pekerjaan lain. Li dipaksa melakukannya karena jari-jarinya tak lagi bisa digerakkan.

Namun Li tak pernah tahu mengapa fungsi jari-jarinya menurun. Selama 20 tahun belakangan, ia telah mendatangi berbagai rumah sakit, akan tetapi diagnosis yang diberikan dokter selalu berbeda-beda. Ada yang mengatakan Li terserang Parkinson, ada juga yang mendiagnosis Li dengan masalah psikis.

Li juga sempat diberi obat-obatan oleh berbagai dokter yang menanganinya. Tapi tak ada satupun yang berhasil mengembalikan fungsi tangannya. Alih-alih sembuh, ia malah merasakan munculnya beragam efek samping.

Baca juga: Pasien dalam Kondisi Sadar Saat Jantungnya Dibedah

Hingga akhirnya Li bertemu dengan Dr Cai Xiaodong yang berpraktik di Shenzhen No 2 Hospital. Dr Cai mendiagnosis pria yang saat ini berumur 57 tahun itu dengan FHD atau focal hand disorder.

FHD mengakibatkan hilangnya kendali seseorang terhadap otot-otot tertentu di tubuhnya. Kondisi ini lazim ditemukan pada musisi dan atlet.

Setelah berdiskusi panjang dengan Dr Cai, Li kemudian memutuskan bersedia menjalani operasi yang disebut dengan 'deep brain stimulation'. Operasi itu sendiri baru dilaksanakan beberapa waktu lalu di Shenzhen No 2 Hospital.

Suasana saat operasi Li berlangsung (Foto: Imaginechina/Splash News)

Menariknya, selama operasi berlangsung, pria yang tinggal Provinsi Jilin itu dibiarkan tetap sadar, bahkan diminta memainkan gitar. Tak disangka, saat operasi itulah, kemampuan jari Li untuk memetik gitar kembali lagi. Ia bahkan membawakan lagu klasik karya Beethoven yang bertajuk Fur Elise di hadapan tim medis yang membedahnya.

Menurut Dr Cai, dengan membiarkan pasien bermain gitar, mereka dapat menentukan bagian otak mana yang harus distimulasi dengan aliran listrik agar kinerjanya kembali seperti semula.

"Kami menemukan lokasi yang tepat untuk diberikan stimulasi, sehingga operasinya berjalan sukses," kata Dr Cai kepada wartawan, seperti dilaporkan Shenzhen Daily.

Baca juga: Wow, Orang-orang Ini Dibedah Tanpa Bius dan Tetap Bisa Melakukan Sesuatu

FHD sebenarnya bukan kondisi langka, namun bisa dikatakan mengatasi FHD dengan menggunakan operasi deep brain stimulation sangat jarang dilakukan. Dr Cai menambahkan, ini adalah ketujuh kalinya operasi ini digelar di rumah sakit mereka.

Untuk saat ini, fungsi tangan Li sudah kembali 80 persen. Sisanya diharapkan bisa kembali lewat rehabilitasi.(lll/vit)

Tantri Lega Akhirnya 'Lepas' Kikan X Kotak

Jakarta -
Tantri sempat berdebat dengan hatinya sendiri. Sebuah pilihan sulit antara grup band Kotak dan menjadi seorang ibu.

Hingga perasaan gundah gulana itu hilang setelah Kikan X Kotak akhirnya dipamerkan di publik. Terasa beban yang ada di pundak Tantri seperti sudah terangkat.

"Justru bebannya hilang, rasanya kayak lepas tugas gue mengantarkan Kikan," ungkap Tantri kepada detikHOT belum lama ini.

"Paling pertanyaan gue udah siap belum ya meninggalkan sejenak apa yang udah gue lakuin bertahun-tahun manggung bareng Kotak," sambungnya.

Sampai saat ini, Tantri masih belum merasakan kangen untuk manggung bareng Kotak. Tapi ia yakin rasa kangen untuk manggung pasti akan datang pada waktunya.

"Tapi nggak tahu ya udah lama nggak nyanyi pasti ada satu kerinduan. Untuk sekarang support banget," jelasnya.

(fk/mmu)

Depok Siap Gelar Liga Futsal AAFI Pada Awal 2016

BOLALOB.COM

DWI ANGGORO
18/12/15 - 06:50

Depok bersiap untuk menggelar liga untuk akademi futsal di Depok dan sekitarnya.

Pada Sabtu (12/12/2015) kemarin, para penggiat futsal di Kota Depok mengelar pertemuan dirumah Agus Salam Garay, pondok cina kecamatan beiji depok. Pertemuan ini membahas tentang pendirian Asosiasi Akademi Futsal indonesia (AAFI) regional Depok yang dimotori oleh beberapa anak muda di Depok dan disambut oleh senior.

"Kolaborasi antara senior yang berpengalaman dibidang futsal dan anak muda yang mempunyai jiwa semangat diyakini mampu membuat AAFI regional Depok menjadi wadah yang baik untuk pembinaan pemain futsal mulai usia dini hingga ke tingkat profesional," ungkap Anggi Dwijaya selaku salah satu penggagas didirikannya asosiasi akademi futsal di Depok.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh Ferdiansyah Didi sebagai Humas AAFI Pusat yang mensosialisasikan lebih jelas mengenai AAFI dan apa tujuan dari AAFI tersebut.

Buat para pecinta futsal di Depok bersiaplah segera untuk mengikuti liga futsal AAFI regional Depok yang rencananya akan digelar pada Januari 2016. (Foto: istimewa)