Debut Undan Cipta bersama WPK MBU Makassar berakhir manis di hari Valentine ini. Pemain asal Cimahi ini menyumbangkan dua gol untuk kemenangan WPK atas Antam FC dengan skor 5-3 di laga perdana Pro Futsal League 2016 di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (14/2/2016).
Undan mendedikasikan dua gol tersebut untuk kekasihnya yang menonton langsung di tribun GOR POPKI. Bahkan di gol kedua Undan berlari ke atas tribun untuk memeluk kekasihnya. "Dua gol tersebut saya dedikasikan untuk dia yang sudah datang jauh-jauh dari Bandung," kata Undan.
Meski tidak merayakan hari Valentine secara langsung, dua gol ini memang menjadi bukti cinta Undan kepada kekasihnya. "Kebetulan 15 Februari besok bertepatan dengan tanggal jadian kita. Jadi ini saya persembahkan untuknya," tuturnya.
Undan membela WPK MBU Makassar di keikutsertaannya di Liga Pro yang kedua. Sebelumnya, Undan memperkuat SWAP FC Jakarta di Futsal Super League 2016.
Bersama WPK, Undan berharap dapat memberikan yang terbaik. Apalagi dirinya merupakan satu-satunya pemain asal luar pulau Sulawesi.
Undan Cipta Achriyadi
Tempat, tanggal lahir: Bandung, 4 Mei 1991
Tinggi dan Berat: 17 cm, 65 kg
Alamat
Minggu, 14 Februari 2016
Antam FC Jakarta Lagi-Lagi Kecolongan
Antam FC Jakarta harus menelan pil pahit untuk kedua kalinya setelah menelan kekalahan dari WPK MBU Makasar pada laga kedua mereka di Pro Futsal League 2016 Wilayah Timur.
Alit Tri Rahmadi selaku kapten Antam menyatakan kelengahan mereka harus dibayar mahal. Ia pun mengaku jika timnya masih banyak PR untuk diperbaiki.
"Pada pertandingan tadi kami kecolongan dan sempat membuat down hingga kebobolan lagi. Kami sempat bangkit dan menyamakan kedudukan, tapi lagi-lagi kecolongan dimenit terakhir," ungkap Alit yang juga seorang Milanisti kepada Bolalob.
"Evaluasi pasti akan dilakukan, terutama masalah defense, finishing, dan yang utama saat transisi. Semoga kedepannya bermain lebih baik lagi," ujar Pola Kurnady selaku asisten pelatih menambahkan.
Alit Tri Rahmadi selaku kapten Antam menyatakan kelengahan mereka harus dibayar mahal. Ia pun mengaku jika timnya masih banyak PR untuk diperbaiki.
"Pada pertandingan tadi kami kecolongan dan sempat membuat down hingga kebobolan lagi. Kami sempat bangkit dan menyamakan kedudukan, tapi lagi-lagi kecolongan dimenit terakhir," ungkap Alit yang juga seorang Milanisti kepada Bolalob.
"Evaluasi pasti akan dilakukan, terutama masalah defense, finishing, dan yang utama saat transisi. Semoga kedepannya bermain lebih baik lagi," ujar Pola Kurnady selaku asisten pelatih menambahkan.
Pro Futsal League: Bintang Timur Surabaya Gilas Runner-Up Tahun Lalu
Pertandingan 2 Pro Futsal League 2016
Seri 1 Wilayah Timur
Bintang Timur Surabaya 6-3 Pinky Boys Makassar
BTS (Rian Fauzi 5', Andika Ricky 23', Suwito 31', Bayu Aditya 35', 39', Septian Dwi 39') - Pinky Boys (Mursalihim 11', Raymond 26', Rahmad 36')
Bintang Timur Surabaya berhasil meraih kemenangan perdana di Pro Futsal League 2016 Wilayah Timur.
Pada laga yang berlangsung di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, Sabtu (13/2/2016) sore, BTS berhasil memanfaatkan kesalahan para pemain Pinky Boys untuk meraih kemenangan dengan skor 6-3.
Laga berlangsung seru sejak peluit dibunyikan. BTS unggul terlebih dahulu melalui sepakan Rian Fauzi menit ke-5. Pinky Boys baru berhasil menyamakan kedudukan menit ke-11, lewat aksi Mursalihim. Babak pertama sendiri berakhir imbang 1-1.
Pada babak kedua, BTS langsung mengambil inisiatif serangan. Andika Ricky membawa BTS unggul 2-1 menit ke-23, tapi tiga menit berselang Pinky Boys kembali menyamakan kedudukan melalui Raymond.
BTS dan Pinky Boys terus saling serang. BTS kemudian berhasil memanfaatkan kesalahan pemain Pinky Boys dan mampu menambah empat gol lewat aksi Suwito menit ke-31, Bayu Aditya 35', 39', dan Septian Dwi 39'. Pinky Boys hanya mampu membalas melalui Rahmad menit ke-36.
Pertandingan pun usai untuk kemenangan BTS atas Pinky Bosy dengan skor 6-3. Modal bagus bagi BTS yang akan menghadapi Black Steel Manokwari dilaga kedua besok Minggu (14/2).
Susunan pemain:
BTS: Syaldi (GK), Suwito, Septiyan, Anza, Catur; Soleh (GK), Ricky, Fiqih, Karismawan, Bayu, Yudha, Mulham, Rian, Rendy
Pinky: Asep (GK), Moses, Indra, Johan, Raymond; Renaldi, Haldiyanto, Rahmat, Fajar, Karami, Eko, Wahyu, Ryan, Mursalihim
Seri 1 Wilayah Timur
Bintang Timur Surabaya 6-3 Pinky Boys Makassar
BTS (Rian Fauzi 5', Andika Ricky 23', Suwito 31', Bayu Aditya 35', 39', Septian Dwi 39') - Pinky Boys (Mursalihim 11', Raymond 26', Rahmad 36')
Bintang Timur Surabaya berhasil meraih kemenangan perdana di Pro Futsal League 2016 Wilayah Timur.
Pada laga yang berlangsung di GOR POPKI Cibubur, Jakarta, Sabtu (13/2/2016) sore, BTS berhasil memanfaatkan kesalahan para pemain Pinky Boys untuk meraih kemenangan dengan skor 6-3.
Laga berlangsung seru sejak peluit dibunyikan. BTS unggul terlebih dahulu melalui sepakan Rian Fauzi menit ke-5. Pinky Boys baru berhasil menyamakan kedudukan menit ke-11, lewat aksi Mursalihim. Babak pertama sendiri berakhir imbang 1-1.
Pada babak kedua, BTS langsung mengambil inisiatif serangan. Andika Ricky membawa BTS unggul 2-1 menit ke-23, tapi tiga menit berselang Pinky Boys kembali menyamakan kedudukan melalui Raymond.
BTS dan Pinky Boys terus saling serang. BTS kemudian berhasil memanfaatkan kesalahan pemain Pinky Boys dan mampu menambah empat gol lewat aksi Suwito menit ke-31, Bayu Aditya 35', 39', dan Septian Dwi 39'. Pinky Boys hanya mampu membalas melalui Rahmad menit ke-36.
Pertandingan pun usai untuk kemenangan BTS atas Pinky Bosy dengan skor 6-3. Modal bagus bagi BTS yang akan menghadapi Black Steel Manokwari dilaga kedua besok Minggu (14/2).
Susunan pemain:
BTS: Syaldi (GK), Suwito, Septiyan, Anza, Catur; Soleh (GK), Ricky, Fiqih, Karismawan, Bayu, Yudha, Mulham, Rian, Rendy
Pinky: Asep (GK), Moses, Indra, Johan, Raymond; Renaldi, Haldiyanto, Rahmat, Fajar, Karami, Eko, Wahyu, Ryan, Mursalihim
Pelatih Pinky Boys: Vamos Menang Karena Pemain Kami Kepeleset
Pinky BOys Makassar harus menelan kekalahan keduanya di Pro Futsal League 2016 Wilayah Timur setelah ditundukkan Vamos Mataram.
Arif Kurniawan selaku pelatih Pinky Boys menyatakan jika Vamos menang karena beruntung. Ia melihat pemainnya hilang konsentrasi dimenit awal menjadi bencana bagi timnya.
"Selamat buat Vamos dengan kemenangannya. Kami hilang konsentrasi dimenit awal yang membuat kami disisa pertandingan sibuk menyamakan kedudukan, dan ketika sama kami terlalu lelah untuk unggul," ungkap Coach Arif saat konferensi pers seusai laga.
"Selain itu, ada beberapa momen yang seharusnya bisa menjadi gol malah gagal. Tapi, Vamos sendiri beruntung menang karena saat gol terakhir terjadi dua pemain kami kepeleset dan memudahkan mereka mencetak gol," tambahnya.
"Para pemain sendiri sebenarnya termotivasi dari kekalahan kemarin karena pertandingan pertama memang selalu berat. Hari ini kami berusaha meraih tiga poin, tapi kami hilang konsentrasi diawal dan Vamos mendapat keberuntungan," pungkasnya.
Arif Kurniawan selaku pelatih Pinky Boys menyatakan jika Vamos menang karena beruntung. Ia melihat pemainnya hilang konsentrasi dimenit awal menjadi bencana bagi timnya.
"Selamat buat Vamos dengan kemenangannya. Kami hilang konsentrasi dimenit awal yang membuat kami disisa pertandingan sibuk menyamakan kedudukan, dan ketika sama kami terlalu lelah untuk unggul," ungkap Coach Arif saat konferensi pers seusai laga.
"Selain itu, ada beberapa momen yang seharusnya bisa menjadi gol malah gagal. Tapi, Vamos sendiri beruntung menang karena saat gol terakhir terjadi dua pemain kami kepeleset dan memudahkan mereka mencetak gol," tambahnya.
"Para pemain sendiri sebenarnya termotivasi dari kekalahan kemarin karena pertandingan pertama memang selalu berat. Hari ini kami berusaha meraih tiga poin, tapi kami hilang konsentrasi diawal dan Vamos mendapat keberuntungan," pungkasnya.
Vamos Mataram Menang Karena Pengalaman Pemainnya
Pertandingan seru tersaji saat Vamos Mataram meraih kemenangan atas Pinky Boys Makassar dalam lanjutan Pro Futsal League 2016 Wilayah Timur.
Andriansyah Agustin atau biasa disapa Adom selaku kapten Vamos mengakui jika pertandingan tadi berjalan sangat luar biasa. Faktor pengalaman menjadi kunci kemenangan mereka atas Pinky Boys.
"Pertandingan yang luar biasa dan kami langsung agresif sejak menit awal dan berhasil unggul dua gol, tapi kemudian kami menjadi lengah dan berhasil disamakan kedudukan," ungkap Adom saat konferensi pers seusai laga.
"Agresivitas Pinky sendiri luar biasa dan memberikan perlawanan sengit kepada kami. Kami memang selalu kesulitan menghadapi tim agresif. Pertandingan tadi pun kami menangkan karena pengalaman para pemain. Kami cukup puas dengan tiga poin ini meski secara permainan masih kurang stabil," pungkasnya.
Andriansyah Agustin atau biasa disapa Adom selaku kapten Vamos mengakui jika pertandingan tadi berjalan sangat luar biasa. Faktor pengalaman menjadi kunci kemenangan mereka atas Pinky Boys.
"Pertandingan yang luar biasa dan kami langsung agresif sejak menit awal dan berhasil unggul dua gol, tapi kemudian kami menjadi lengah dan berhasil disamakan kedudukan," ungkap Adom saat konferensi pers seusai laga.
"Agresivitas Pinky sendiri luar biasa dan memberikan perlawanan sengit kepada kami. Kami memang selalu kesulitan menghadapi tim agresif. Pertandingan tadi pun kami menangkan karena pengalaman para pemain. Kami cukup puas dengan tiga poin ini meski secara permainan masih kurang stabil," pungkasnya.
Joey Alexander, Otodidak Main Piano Hingga ke Ajang Grammy 2016
Liputan6.com, Jakarta - Grammy Awards 2016 akan terasa begitu spesial bagi Indonesia. Di ajang penghargaan bergengsi dunia itu, ada nama pianis cilik asal Indonesia, Joey Alexander. Ya, Joey tak hanya masuk sebagai nominee tetapi juga akan tampil di malam puncak Grammy Awards ke-58.
Kamis (11/2/2016), Grammy Awards 2016 mengumumkan secara resmi para musisi yang akan tampil di malam puncak. Nama Joey Alexander tertulis di situs Grammy. Ia disebutkan setelah nama Taylor Swift dan Alabama Shakes yang akan menjadi pembuka acara.
Joey Alexander akan tampil di malam puncak Grammy Awards 2016. (foto: grammy.com)
Keberhasilan Joey Alexander menghebohkan pecinta musik Tanah Air lantaran tanpa gembar-gembor, ia berhasil melenggang ke Grammy Awards. Di usianya yang baru 12 tahun, ia akan menampilkan kepiawaiannya bermain piano di hadapan dunia.
Bakatnya patut diacungkan jempol. Beberapa media asing seperti Vanity Fair dan Buzzfeed bahkan menyebut Joey Alexander sebagai anak ajaib. Namun rupanya pianis cilik asal Bali ini tak ingin disebut anak ajaib.
Hal itu terlihat saat Joey Alexander membalas tweet Adib Hidayat, Pemimpin Redaksi Rolling Stone Indonesia. Di situ, Adib mengatakan sedang membicarakan Joey di salah satu program acara atas keberhasilannya masuk Grammy.
"Halo di sana! Terima kasih Om. Berharap mereka tidak menyebutku seorang anak ajaib," balas Joey Alexander untuk kicauan Adib Hidayat.
Ditelusuri dari situs resmi Joey Alexander, keahliannya bermain piano didapatnya secara otodidak. Sejak kecil bahkan masih dalam kandungan, ia sudah diperdengarkan musik jazz orang kedua orangtuanya, Denny dan Fara Sila yang merupakan penggemar berat jazz.
Joey Alexander sempat belajar piano dari seorang guru, tetapi ia merasa tak cocok dengan latar belakang musik klasik yang diajarkan gurunya. Ia mulai belajar bermain piano saat masih 6 tahun.
Jazz seperti begitu mendarah daging dalam diri Joey Alexander. Kepada Vanity Fair, Joey Alexander pernah berkata: "Seperti yang kamu bisa lihat, aku seorang musisi jazz," ungkapnya pada November 2015.
Joey Alexander (via joeyalexandermusic.com)
Kita bisa lihat nama Joey Alexander ada di dua nominasi, yakni Best Instrumental Jazz Album untuk albumnya bertajuk My Favorite Things dan Best Improvised Jazz Solo untuk lagu 'Giant Steps' yang terdapat di albumnya tersebut.
Kekalahan atau kemenangan Joey Alexander di ajang yang akan diselenggarakan 15 Februari 2016 di Stapless Center, Los Angeles ini bukanlah persoalan penting. Setidaknya, Joey membawa nama Indonesia menerobos nominasi hingga menjadi musisi yang beraksi di panggung Grammy.
Kamis (11/2/2016), Grammy Awards 2016 mengumumkan secara resmi para musisi yang akan tampil di malam puncak. Nama Joey Alexander tertulis di situs Grammy. Ia disebutkan setelah nama Taylor Swift dan Alabama Shakes yang akan menjadi pembuka acara.
Joey Alexander akan tampil di malam puncak Grammy Awards 2016. (foto: grammy.com)
Keberhasilan Joey Alexander menghebohkan pecinta musik Tanah Air lantaran tanpa gembar-gembor, ia berhasil melenggang ke Grammy Awards. Di usianya yang baru 12 tahun, ia akan menampilkan kepiawaiannya bermain piano di hadapan dunia.
Bakatnya patut diacungkan jempol. Beberapa media asing seperti Vanity Fair dan Buzzfeed bahkan menyebut Joey Alexander sebagai anak ajaib. Namun rupanya pianis cilik asal Bali ini tak ingin disebut anak ajaib.
Hal itu terlihat saat Joey Alexander membalas tweet Adib Hidayat, Pemimpin Redaksi Rolling Stone Indonesia. Di situ, Adib mengatakan sedang membicarakan Joey di salah satu program acara atas keberhasilannya masuk Grammy.
"Halo di sana! Terima kasih Om. Berharap mereka tidak menyebutku seorang anak ajaib," balas Joey Alexander untuk kicauan Adib Hidayat.
Ditelusuri dari situs resmi Joey Alexander, keahliannya bermain piano didapatnya secara otodidak. Sejak kecil bahkan masih dalam kandungan, ia sudah diperdengarkan musik jazz orang kedua orangtuanya, Denny dan Fara Sila yang merupakan penggemar berat jazz.
Joey Alexander sempat belajar piano dari seorang guru, tetapi ia merasa tak cocok dengan latar belakang musik klasik yang diajarkan gurunya. Ia mulai belajar bermain piano saat masih 6 tahun.
Jazz seperti begitu mendarah daging dalam diri Joey Alexander. Kepada Vanity Fair, Joey Alexander pernah berkata: "Seperti yang kamu bisa lihat, aku seorang musisi jazz," ungkapnya pada November 2015.
Joey Alexander (via joeyalexandermusic.com)
Kita bisa lihat nama Joey Alexander ada di dua nominasi, yakni Best Instrumental Jazz Album untuk albumnya bertajuk My Favorite Things dan Best Improvised Jazz Solo untuk lagu 'Giant Steps' yang terdapat di albumnya tersebut.
Kekalahan atau kemenangan Joey Alexander di ajang yang akan diselenggarakan 15 Februari 2016 di Stapless Center, Los Angeles ini bukanlah persoalan penting. Setidaknya, Joey membawa nama Indonesia menerobos nominasi hingga menjadi musisi yang beraksi di panggung Grammy.
500 Warga Malaysia Akan Berbondong-bondong ke Palembang, Ada Apa?
Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 500 wisatawan dari Malaysia diprediksi akan berbondong-bondong ke Palembang, Sumatera Selatan pada 9 Maret 2016. Mereka akan menyaksikan peristiwa langka gerhana matahari total (GMT) 2016.
"Wisatawan Malaysia itu akan ke Palembang untuk menyaksikan gerhana matahari total tersebut," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga di Palembang seperti dikutip Antara, Senin (15/2/2016).
Hal ini menunjukkan gerhana matahari total telah menyedot perhatian wisatawan mancanegara. Sehingga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan bekerja sama dengan biro perjalanan dan PHRI untuk mengkoordinir para wisatawan yang akan datang ke Palembang.
Khusus wisatawan Malaysia, kata Irene ingin melihat GMT 2016 dari danau SKI Air Jakabaring Palembang.
"Itu nantinya akan diakomodir supaya wisatawan mancanegara tersebut lancar sekaligus dapat menyaksikan secara baik kejadian alam tersebut," ujar dia.
Menurut Irene, pihaknya telah menyiapkan beberapa tempat untuk menyaksikan gerhana di Palembang. Di antaranya jembatan Ampera dan danau SKI Air Jakabaring Palembang.
Irene menuturkan, khusus di jembatan Ampera, akan ada berbagai atraksi serta kegiatan sebelum dan saat terjadinya GMT 2016 tersebut. Karena itu, jembatan Ampera akan ditutup sementara supaya masyarakat leluasa menyaksikan fonomena langka tersebut.
"Wisatawan Malaysia itu akan ke Palembang untuk menyaksikan gerhana matahari total tersebut," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Irene Camelyn Sinaga di Palembang seperti dikutip Antara, Senin (15/2/2016).
Hal ini menunjukkan gerhana matahari total telah menyedot perhatian wisatawan mancanegara. Sehingga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan bekerja sama dengan biro perjalanan dan PHRI untuk mengkoordinir para wisatawan yang akan datang ke Palembang.
Khusus wisatawan Malaysia, kata Irene ingin melihat GMT 2016 dari danau SKI Air Jakabaring Palembang.
"Itu nantinya akan diakomodir supaya wisatawan mancanegara tersebut lancar sekaligus dapat menyaksikan secara baik kejadian alam tersebut," ujar dia.
Menurut Irene, pihaknya telah menyiapkan beberapa tempat untuk menyaksikan gerhana di Palembang. Di antaranya jembatan Ampera dan danau SKI Air Jakabaring Palembang.
Irene menuturkan, khusus di jembatan Ampera, akan ada berbagai atraksi serta kegiatan sebelum dan saat terjadinya GMT 2016 tersebut. Karena itu, jembatan Ampera akan ditutup sementara supaya masyarakat leluasa menyaksikan fonomena langka tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)






