RISSALAH MAULANA
25/01/16
Komisi Disiplin Federasi Futsal Indonesia siap memantau dan menjaga kualitas pertandingan di Pro Futsal League 2016 mendatang.
Salah satu tokoh yang memperkuat Komdis futsal ini adalah nama yang sudah tidak asing lagi. Dia adalah mantan pemain dan pelatih timnas futsal, Robby Hartono yang saat ini juga menjadi pelatih kepala tim futsal putri Wijaya Sentosa.
Robby mengaku penunjukan dirinya sebagai ketua komisi disiplin ini merupakan tantangan baru yang dihadapinya. "Suatu hal yang menyenangkan, karena penuh tantangan dan ini menjadi suatu hal yang baru bagi saya," ungkap Robby kepada Bolalob.
Menurut Robby, menjadi komdis sendiri mempunyai tantangan sendiri dimana komisi ini harus sebisa mungkin mengukur tolak ukur dan kualitas pertandingan.
"Intinya bagaimana caranya supaya para pelaku futsal, baik itu pemain, pelatih, pemilik klub beserta suporter dapat bermain dengan seportifitas yg tinggi, berani menerima kemenangan juga berani menerima kekalahan dengan lapang dada, bukan memenangkan pertandingan dengan menghalalkan segala cara," tutur Robby.
Meski masih menjadi pelatih kepala di tim Wijaya Sentosa yang merupakan peserta Women Pro Futsal League 2016, Robby menjamin dirinya akan tetap netral dalam menjalankan tugas sebagai komdis.
Alamat
Senin, 25 Januari 2016
Ini Susunan Pengurus Komisi Disiplin Federasi Futsal Indonesia
RISSALAH MAULANA
25/01/16 - 18:46
Komisi Disiplin Federasi Futsal Indonesia siap menjalankan tugas untuk mengontrol dan menangani kisruh dan pelanggaran dalam Futsal.
Segala kisruh di lapangan mulai dari kelakuan buruk hingga baku pukul bakal menjadi garapan dari Komdis. Kinerja wasit pun juga akan dikontrol oleh Komdis.
Agenda terdekat yang akan dipantau Komdis adalah Pro Futsal League 2016 yang digelar Februari - Juni mendatang.
Selain Komdis, terdapat pula Komisi Banding yang dibentuk jika seorang pelaku futsal yang dihukum keberatan dengan hukuman yang diberikan komdis. Selain itu ada juga komite etik yang ditugaskan menyelidiki pelanggaran dalam hal keorganisasian futsal.
Komisi Disiplin
Ketua
Triyandi Mulkan, SH, MH
Wakil Ketua
Albinus Laurensius Langga
Anggota:
H. Komarudin SH, MH
Robi Hartono
Puji Supriyanto
Komisi Banding
Alfred Simanjuntak SH (Kordinator)
Denny Simorangkir SH, MH
Dedi Riswanto
Ricardo Polnaya
Edwin Napitupulu
Komisi Etik
Yoyon Ukrawinata (Kordinator)
Salmon Siagian
Ary Julianto
Yusuf Kurniawan
Marah Bangun
25/01/16 - 18:46
Komisi Disiplin Federasi Futsal Indonesia siap menjalankan tugas untuk mengontrol dan menangani kisruh dan pelanggaran dalam Futsal.
Segala kisruh di lapangan mulai dari kelakuan buruk hingga baku pukul bakal menjadi garapan dari Komdis. Kinerja wasit pun juga akan dikontrol oleh Komdis.
Agenda terdekat yang akan dipantau Komdis adalah Pro Futsal League 2016 yang digelar Februari - Juni mendatang.
Selain Komdis, terdapat pula Komisi Banding yang dibentuk jika seorang pelaku futsal yang dihukum keberatan dengan hukuman yang diberikan komdis. Selain itu ada juga komite etik yang ditugaskan menyelidiki pelanggaran dalam hal keorganisasian futsal.
Komisi Disiplin
Ketua
Triyandi Mulkan, SH, MH
Wakil Ketua
Albinus Laurensius Langga
Anggota:
H. Komarudin SH, MH
Robi Hartono
Puji Supriyanto
Komisi Banding
Alfred Simanjuntak SH (Kordinator)
Denny Simorangkir SH, MH
Dedi Riswanto
Ricardo Polnaya
Edwin Napitupulu
Komisi Etik
Yoyon Ukrawinata (Kordinator)
Salmon Siagian
Ary Julianto
Yusuf Kurniawan
Marah Bangun
Jaelani Ladjanibi Ke Thailand Buat Belajar Futsal Lagi
DWI ANGGORO
26/01/16 - 07:09
Jaelani Ladjanibi yang tergabung di IPC Pelindo II Jakarta tidak pernah berhenti untuk belajar bermain futsal.
IPC akan berlaga di mini turnamen yang diadakan oleh klub asal Thailand, Chonburi Bluewave. Turnamen ini dijadikan Jai untuk menambah ilmu futsalnya lagi.
"Insya Allah, saya siap dan juga sekalian menambah ilmu," ungkap Jaelani kepada Bolalob.
"Kalau bicara soal hasil mungkin masih belum terlalu dipikirkan menurut saya pribadi karena dari persiapan juga kita kurang. Yang dicari pastinya pengalaman bermain dengan Juara Asia sekalian Upgrade ilmu futsal lagi," pungkasnya.
IPC diundang mengikuti mini turnamen yang digelar di Thailand pada 29-31 Januari mendatang. Selain IPC, Chonburi juga mengundang dua tim asal Jepang, Oita Futsal Club dan dua kali juara Asia, Nagoya Oceans.
26/01/16 - 07:09
Jaelani Ladjanibi yang tergabung di IPC Pelindo II Jakarta tidak pernah berhenti untuk belajar bermain futsal.
IPC akan berlaga di mini turnamen yang diadakan oleh klub asal Thailand, Chonburi Bluewave. Turnamen ini dijadikan Jai untuk menambah ilmu futsalnya lagi.
"Insya Allah, saya siap dan juga sekalian menambah ilmu," ungkap Jaelani kepada Bolalob.
"Kalau bicara soal hasil mungkin masih belum terlalu dipikirkan menurut saya pribadi karena dari persiapan juga kita kurang. Yang dicari pastinya pengalaman bermain dengan Juara Asia sekalian Upgrade ilmu futsal lagi," pungkasnya.
IPC diundang mengikuti mini turnamen yang digelar di Thailand pada 29-31 Januari mendatang. Selain IPC, Chonburi juga mengundang dua tim asal Jepang, Oita Futsal Club dan dua kali juara Asia, Nagoya Oceans.
Kiper Futsal Legendaris Ini Pengen Lawan Skuat Lengkap Chonburi Dan Nagoya
DWI ANGGORO
26/01/16 - 07:15
Kiper andalan IPC Pelindo II Jakarta, Yos Adi Wicaksono mengaku tidak sabar menghadapi para juara Asia.
IPC diundang mengikuti mini turnamen yang digelar di Thailand pada 29-31 Januari mendatang. Selain IPC, Chonburi juga mengundang dua tim asal Jepang, Oita Futsal Club dan dua kali juara Asia, Nagoya Oceans.
"Lumayan nambah pengalaman buat liga dan meningkatkan percaya diri," ungkapnya kepada Bolalob.
"Pengalaman berharga banget ketemu juara-juara asia antar club. Mudah-mudahan (skuat) mereka lengkap," tutupnya.
26/01/16 - 07:15
Kiper andalan IPC Pelindo II Jakarta, Yos Adi Wicaksono mengaku tidak sabar menghadapi para juara Asia.
IPC diundang mengikuti mini turnamen yang digelar di Thailand pada 29-31 Januari mendatang. Selain IPC, Chonburi juga mengundang dua tim asal Jepang, Oita Futsal Club dan dua kali juara Asia, Nagoya Oceans.
"Lumayan nambah pengalaman buat liga dan meningkatkan percaya diri," ungkapnya kepada Bolalob.
"Pengalaman berharga banget ketemu juara-juara asia antar club. Mudah-mudahan (skuat) mereka lengkap," tutupnya.
AFP Banten Adakan Kursus Wasit Futsal Nasional Level 2
DWI ANGGORO
26/01/16 - 07:20
Asosiasi Futsal Provinsi Banten akan mengadakan kursus wasit futsal level 2 awal Maret mendatang.
Kursus wasit ini rencananya akan diadakan pada 1-4 Maret 2016 di kota Serang. Bagi yang ingin mengikuti kursus ini harus memiliki persyaratan sebagai berikut.
Memiliki lisensi wasit kabupaten/kota level 3 atau memiliki lisensi wasit sepak bola
Pendidikan minimal SLTA (sederajat)
Surat keterangan sehat dari dokter
Membayar biaya kursus sebesar 2 juta (akomodasi)
Bagi yang berminat dapat menghubungi Mahpudin dinomor 08179846339 dan Deni saparudin dinomor 085218002001.
26/01/16 - 07:20
Asosiasi Futsal Provinsi Banten akan mengadakan kursus wasit futsal level 2 awal Maret mendatang.
Kursus wasit ini rencananya akan diadakan pada 1-4 Maret 2016 di kota Serang. Bagi yang ingin mengikuti kursus ini harus memiliki persyaratan sebagai berikut.
Memiliki lisensi wasit kabupaten/kota level 3 atau memiliki lisensi wasit sepak bola
Pendidikan minimal SLTA (sederajat)
Surat keterangan sehat dari dokter
Membayar biaya kursus sebesar 2 juta (akomodasi)
Bagi yang berminat dapat menghubungi Mahpudin dinomor 08179846339 dan Deni saparudin dinomor 085218002001.
AFP Bali Kembali Adakan Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional
DWI ANGGORO
26/01/16 - 09:55
Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Bali akan mengadakan kembali kursus pelatih futsal level 1 PSSI.
Kursus akan diadakan pada 15-18 Februari di Meazza Futsal, Bali. Bagi yang berminat dapat menghubungi nomor 081236286219 atau 0817559722. Para pesert akan dikenakan biaya sebesar 3 juta rupiah yang meliputi penginapan, konsumsi, transport lokal, seragam kelas dan praktik serta course kit dan souvenir.
Kursus kepelatihan ini sendiri merupakan salah satu pogram kerja AFP Bali ditahun 2016 untuk pengembangan futsal di Bali.
26/01/16 - 09:55
Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Bali akan mengadakan kembali kursus pelatih futsal level 1 PSSI.
Kursus akan diadakan pada 15-18 Februari di Meazza Futsal, Bali. Bagi yang berminat dapat menghubungi nomor 081236286219 atau 0817559722. Para pesert akan dikenakan biaya sebesar 3 juta rupiah yang meliputi penginapan, konsumsi, transport lokal, seragam kelas dan praktik serta course kit dan souvenir.
Kursus kepelatihan ini sendiri merupakan salah satu pogram kerja AFP Bali ditahun 2016 untuk pengembangan futsal di Bali.
Bukan Pagi Hari, Ini Waktu Terbaik Minum Kopi
Selasa, 26/01/2016 08:37 WIB
Hestianingsih - wolipop
Jakarta - Minum kopi di pagi hari menjadi andalan Anda agar lebih bersemangat saat bekerja dan menjalani aktivitas seharian? Bisa jadi, kebiasaan yang Anda lakukan selama ini salah.
Banyak orang menganggap bahwa kopi di pagi hari adalah 'energy booster' yang mumpuni untuk menyegarkan mata serta otak. Namun pagi hari ternyata bukanlah waktu terbaik untuk menyeruput nikmatnya espresso, cappuccino atau caffe latte. Seperti dikutip dari Huffington Post, waktu ideal untuk mulai menikmati justru setelah Anda sampai di kantor, yaitu sekitar pukul 10 pagi.
Di pagi hari, jumlah hormon kortisol di dalam tubuh sedang tinggi-tingginya. Hormon stres inilah yang menjaga mata Anda tetap 'terbuka' dan tingkat kewaspadaan pun tinggi. Ketika tingkat hormon kortisol tinggi, tubuh sebenarnya tidak memerlukan tambahan stimulan seperti kafein untuk menyegarkan otak tan tubuh.
Efek kurang baik justru bisa timbul akibat minum kopi di pagi hari. Mengasup tubuh dengan kafein di pagi hari akan memberi sinyal pada tubuh agar lebih sedikit memroduksi kortisol. Alhasil tubuh jadi ketergantungan pada kopi agar mata dan tubuh tetap segar di pagi hari. Padahal, membiarkan tubuh berfungsi dengan semestinya merupakan cara yang lebih baik ketimbang dipicu faktor dari luar.
Minum kopi sebaiknya tidak lebih dari tiga cangkir sehari dan minumlah pada saat-saat tertentu saja untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Seperti dijelaskan di atas, pada pagi hari tepatnya antara pukul 08.00 - 09.00, level kortisol tinggi sehingga tidak perlu 'bantuan' kopi untuk menyegarkan tubuh maupun otak.
Pada pukul 10.00 - 11.00, produksi kortisol mulai turun, juga gula darah yang menyebabkan tubuh sedikit lemas. Pada saat inilah Anda membutuhkan secangkir kopi.
Menjelang dan saat makan siang yaitu sekitar pukul 12.00 - 13.00, kortisol kembali naik dan menurun lagi di pukul 14.00 - 17.00. Maka disarankan Anda meminum kopi pada waktu-waktu tersebut agar melawan rasa lesu dan kerja lebih produktif. Menjelang malam, tidak disarankan meminum kopi karena akan meningkatkan stimulasi otak yang efeknya bisa beberapa jam setelahnya, menyebabkan sulit tidur. (hst/ays)
Hestianingsih - wolipop
Jakarta - Minum kopi di pagi hari menjadi andalan Anda agar lebih bersemangat saat bekerja dan menjalani aktivitas seharian? Bisa jadi, kebiasaan yang Anda lakukan selama ini salah.
Banyak orang menganggap bahwa kopi di pagi hari adalah 'energy booster' yang mumpuni untuk menyegarkan mata serta otak. Namun pagi hari ternyata bukanlah waktu terbaik untuk menyeruput nikmatnya espresso, cappuccino atau caffe latte. Seperti dikutip dari Huffington Post, waktu ideal untuk mulai menikmati justru setelah Anda sampai di kantor, yaitu sekitar pukul 10 pagi.
Di pagi hari, jumlah hormon kortisol di dalam tubuh sedang tinggi-tingginya. Hormon stres inilah yang menjaga mata Anda tetap 'terbuka' dan tingkat kewaspadaan pun tinggi. Ketika tingkat hormon kortisol tinggi, tubuh sebenarnya tidak memerlukan tambahan stimulan seperti kafein untuk menyegarkan otak tan tubuh.
Efek kurang baik justru bisa timbul akibat minum kopi di pagi hari. Mengasup tubuh dengan kafein di pagi hari akan memberi sinyal pada tubuh agar lebih sedikit memroduksi kortisol. Alhasil tubuh jadi ketergantungan pada kopi agar mata dan tubuh tetap segar di pagi hari. Padahal, membiarkan tubuh berfungsi dengan semestinya merupakan cara yang lebih baik ketimbang dipicu faktor dari luar.
Minum kopi sebaiknya tidak lebih dari tiga cangkir sehari dan minumlah pada saat-saat tertentu saja untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Seperti dijelaskan di atas, pada pagi hari tepatnya antara pukul 08.00 - 09.00, level kortisol tinggi sehingga tidak perlu 'bantuan' kopi untuk menyegarkan tubuh maupun otak.
Pada pukul 10.00 - 11.00, produksi kortisol mulai turun, juga gula darah yang menyebabkan tubuh sedikit lemas. Pada saat inilah Anda membutuhkan secangkir kopi.
Menjelang dan saat makan siang yaitu sekitar pukul 12.00 - 13.00, kortisol kembali naik dan menurun lagi di pukul 14.00 - 17.00. Maka disarankan Anda meminum kopi pada waktu-waktu tersebut agar melawan rasa lesu dan kerja lebih produktif. Menjelang malam, tidak disarankan meminum kopi karena akan meningkatkan stimulasi otak yang efeknya bisa beberapa jam setelahnya, menyebabkan sulit tidur. (hst/ays)
Langganan:
Postingan (Atom)



